Kursus Bahasa Inggris Online

Icon

Belajar dan Kursus Bahasa Inggris Online dari A sampai Z

Software bajakan atau Open Source?

facePada awal-awal mengenal komputer saya sama sekali tidak tahu-menahu tentang sistem operasi (operating system). Yang saya tahu waktu itu bahwa yang namanya komputer itu cuma 1 jenis, yang tampilan awalnya muncul tulisan Windows. Saya pun tak tahu tentang lisensi waktu itu. Saya pikir untuk menggunakan komputer/windows itu tidak pake lisensi segala karena saya melihat begitu mudahnya orang-orang install dan install ulang komputer (Windows) dan software-software hebat lainnya macam Corel Draw, Photoshop, MS-Office dan lain-lain.

Sampai sekitar 2 tahun yang lalu, ketika masalah lisensi Windows mulai ramai dibicarakan, saya pun mulai mengerti bahwa ternyata yang namanya komputer itu bukan cuma 1 jenis, yang tampilan awalnya ada tulisan Windows, tetapi Windows ternyata hanya merupakan salah satu dari berbagai jenis Sistem Operasi yang bisa diinstall ke komputer. Dan dari situ pula saya tahu bahwa ternyata yang namanya Windows ini berlisensi, artinya kalau mau pake musti beli aslinya yang seharga mulai dari 800an ribu sampai hampir 2 jutaan.

Tapi anehnya saya tidak melihat orang-orang mengeluarkan uang sebanyak itu untuk menginstall Windows di komputernya. Paling cuma 5 ribuan, atau tinggal bawa ke tempat servis dan bayar sekitar 30 ribuan. Bagaimana ini? pikir saya. Cek per cek saya baru tahu waktu itu ternyata Windows yang digunakan kebanyakan orang dan teman adalah Windows ilegal (bajakan), termasuk yang saya pakai waktu itu.

Setelah mengetahui fakta itu saya mulai merasa gelisah dan selalu dihantui pertanyaan “Apakah Windows bajakan yang saya pakai ini haram?” Apakah uang yang hasilkan dari memakai Windows dan software bajakan ini juga haram?” Maklum pekerjaan saya sangat berkaitan dengan komputer dan beberapa software berlisensi lainnya seperti MS-Office dan lainnya. Dengan didorong oleh pertanyaan ini, saya mencoba mencari informasi di Internet. Setelah browsing sana-sini saya sangat terkejut dan sedih membaca salah satu artikel yang kutipannya sebagai berikut:

Lajnah Daimah untuk Fatwa negara Saudi Arabia pimpinan Syeikh Abdul Aziz bin Baz dalam fatwanya menyebutkan bahwa tidak diperbolehkan menggandakan (copy) software yang diproteksi oleh pemiliknya dengan hak cipta. Kecuali bila ada izin darinya. Hal itu sesuai dengan sabda Rasululah SAW, “Orang-orang Islam itu terikat dengan syaratnya (ketentuan/peraturan)”

Habis itu saya mencoba mencari informasi tambahan, tetapi kesimpulan yang saya dapatkan tetap saja sama. Setelah mengetahui hal tersebut saya terus berpikir tidak ada jalan lain kecuali harus membeli Windows dan software asli, tetapi harganya itu yang membuatku tidak habis pikir. Bahkan saya sudah buat konsep surat yang rencananya akan saya kirim ke Bill Gates, intinya minta izin aja untuk pake Windows yang bajakan itu, karena saya tahu orang-orang Barat sangat respek atas permintaan-permintaan seperti ini. Ttetapi surat itu belum saya kirim juga sampai sekarang.

Dalam kegalauan dan kerisauan menggunakan Windows+software bajakan terdengarlah akan sebuah sistem operasi gratis alias free-license, yaitu LINUX. Setelah dengar-dengar dari teman dan baca-baca dari artikel tekad saya mulai bulat untuk menggunakan Linux meskipun saya sama sekali belum pernah berhadapan langsung, wajah dan perangainya seperti apa. Kebetulan ada teman yang punya warnet dan katanya pernah pake Linux.

Singkat cerita, saya ketemu dengan teman saya itu di sebuah Masjid dan saya lantas menanyakan keinginan saya untuk menggunakan Linux. Dia senang mendengar itu dan bersedia memberikan CD linuxnya. Tapi sayang dia tidak bisa membantu dalam proses instalasinya karena sibuk. Dia cuma bilang, yang penting kamu bisa Bahasa Inggris saya yakin instalasinya akan sukses.

Setelah mendapatkan CD Linux dari teman saya itu, yang di lablenya saya liat tertulis “Vector Linux 5.0 Soho”, saya pun bertekad untuk menginstallnya dengan hanya bermodalkan Bahasa Inggris seperti yang dibilang temanku itu karena saya sama sekali masih buta tentang Linux. Pada awal booting agak deg-degan juga, tapi seperti yang dibilang teman saya, perintah-perintah yang mengikuti setiap tahapan instalasi sangat rinci dan mudah dipahami. Tetapi namanya juga masih buta proses instalasi harus saya ulangi sampai 3 kali.

Mulai dari sekitar jam 11 malam sampai jam 3 subuh akhirnya desktop Linux yang dinanti-nantikan muncul juga dan saya cukup kaget ternyata tampilannya tidak begitu jauh dengan Windows. Berawal dari situ saya mulai rajin-rajin mencari tutorial khususnya tentang cara-cara setting hardware. Setelah merasa mantap dan yakin, tanpa menunda-nunda lagi saya tekadkan niat untuk bermigrasi total ke Linux dan good bye to Windows bajakan.

Alhamdulillah, jalan saya menuju Open Source dimudahkan dan saya sudah pakai Linux sampai sekarang. Masalah-masalah selalu timbul ketika akan memulai hal-hal yang baru, utamanya untuk setting hardware seperti modem dan piranti lainnya, tetapi banyaknya tutorial yagn tersedia di Internet membuat masalah-masalah yang saya hadapi selalu bisa diatasi. Masalah terakhir saya adalah setting Modem Huawei e220 di distro yang saya pakai (PCLinuxOS2007). Intinya rajin-rajin aja cari tutorial atau bertanya di forum-forum, karena dengan cara ini pula saya sudah bisa konek dengan modemku ini dan menerbitkan tulisan ini di blogdetik.com lewat PCLinuxOS2007.

Sebelum menulis ini saya sempatkan mencari informasi seputar bagaimana hukum menggunakan Windows+software bajakan. Pada intinya saya mendapatkan informasi sebagai berikut:

  • Bagi yang tidak mampu membeli software asli dan awam komputer, maka ini tidak menjadi alasan bolehnya memakai Windows bajakan karena tersedia Sistem Operasi gratis yang boleh dikata tidak kalah dalam hal kualitas dan popularitas. Adapun alasan tidak tahu, maka mengapa kita tidak belajar? Bukankah sebelum mengenal Windows juga kita tak tahu apa-apa dan dengan mempelajarinyalah kita bisa tahu? Lalu mengapa kita tidak mau mempelajari Linux?
  • Bagi yang mampu membeli software, haram secara mutlak memakai produk bajakan.

Bulan Februari kemarin di detik.com (Kerugian Akibat Software Bajakan Diprediksi Meningkat) diberitakan bahwa dengan tingkat pembajakan 84% di 2007, Indonesia dinilai mengalami nilai kerugian sebesar US$ 411 juta akibat peredaran software bajakan.

Karena hidup ini pilihan, jadi pilih yang mana, Software bajakan atau Open Source?

Filed under: Komputer, ,

7 Responses

  1. cowok jail mengatakan:

    Hal ini menjadi dilema juga terutama untuk para pelajar yang isi kantongnya pas – pasan

    @cowokdjail: yup, untuk itulah open source alias linux perlu dikenalkan sejak dini. Kalau perlu pada saat kontak mereka yagn pertama dengan komputer langsung dikenalkan dengan open source. Kecuali kalau mampu beli software asli yang harganyaa jutaan, yah silakan aja. Tapi menurutku sih kalau bisa hemat kanapa harus boros :D

  2. choir mengatakan:

    memang linux sudah cukup handal,. yg buat mumet adalah beberapa penggunanya yang belum mampu bersosialisasi dengan linux. dan dicampur dengan alasan dateline kerjaan yg begitu padat, akhirnya lebih baik menggunakan bajakan daripada belajar dari awal.

    namun, beberapa corporate sudah tdk berani lagi. tapi sebatas windows doank. untuk lainnya belum tentu. seperti pengolahan grafis, pengolahan video.

    @choir: yup, linux masih dan akan terus berkembang. Tapi pengolahan grafis, video, dan penggunaan tinggi tinggi lainnya Linux juga sudah kapabel kok, so tidak ada alasan lagi untuk pake bajakan.

  3. a-rief mengatakan:

    Udah beberapa bulan aku pake full linux. alhamdulillah semuanya baik2 aja, tinggal printer canon yg kerjanya terbatas. tapi gpp koq. enjoy aja.

    @a-rief: bagus mas arief. Masalah dengan Linux memang terkadang muncul dengan hardware seperti printer, modem dan lain-lain. Rajin-rajin aja cari tutorial di Internet.

  4. tonosaur mengatakan:

    mungkin masalah sopwer2 dan driver pendukung juga yang kadang2 jadi masalah..

    tapi kalo butuh buat penggunaan standar sehari2 sih linux OK juga..

    @tonosaur: yup, tapi rata-rata hardware built-up dalam CPU sudah auto-detect kok di Linux. Yang masalah biasa kalau kita mau install hardware baru. Pengguna standar yang cuma butuh mengetik and browsing aja Linux memang sudah cukup bangets, gak perlu pake bajakan :D .

  5. Whorip mengatakan:

    linux udah oke banget buat aplikasi sehari-hari kok. tapi sayang, untuk aplikasi buat design, masih belom ada yang bisa nandingin Photshop, Corel, dsb.. gue udah coba GIMP, tapi cuma mendekati aja. lagi sabar nungguin program Open Source Image editor lagi yang lbh bagus nih..

    oh ya, gue pake ubuntu…

    @Whorip: kalau untuk edit-edit foto aku juga masih pake GIMP dan memang hanya mendekati software2 Windows. Linux akan terus berkembang dan kita tunggu saja software2 terbaru yang tidak kalah dengan software2 bawaan Windows.

    Aku pake PCLinux, udah terlanjut familiar dengan cukup nyaman sejauh ini :)

  6. tanyasaja mengatakan:

    jujur saudara masdin….., saya pribadi lebih memilih bajakan ketimbang asli karena sudah pasti orang seperti saya tidak mampu membeli operating system dan program aplikasi lainnya yang menjapai jutaan rupiah…. bagaimana org bisa belajar komputer klw harus mengeluarkan jutaan rupiah hanya untuk mengisi komputernya….harusnya aparat juga menjadi soalnya, karena saudara masdin tau didaerah glodok kota Jakarta, bertebaran barang bajakan dan didepannya pos polisi. Ayo apakah ini pembiaran….klw pembajak software jujur saya tidak terlalu memikiran karena itu bukan cipataan dalam negeri tapi bagaimana karya2 anak bangsa seperti lagu/film dalam negeri dibajak tentu akan lebih memukul diri sendiri bukan….MAAF INI HANYA PANDANGAN PRIBADI SAJA HEHE

    @tanyasaja: iya bro. Windows dan softaware bawaannya yang asli memang masih jauh dari terjangkau bagi kita-kita ini. Tetapi terus terang saya beralih ke Linux lebih disebabkan karena masalah “keyakinan” yang artinya paribadi bangets :) . Saya merasa tidak tenang menggunakan produk bajakan yang sudah diklaim oleh produsennya, lagi pula digunakan untuk mencari nafkah, imbasnya kan bisa berbahaya bangets. Tidak terjangkaunya windows/software asli bisa diatasi dengan bermigrasi ke Open Source, meskipun harus “susah payah” dan belajar banyak. Adapun jika tetap memilih pake bajakan, yah… itu adalah hak asasi kita dan yagn penting bisa dipertanggungjawabkan :) . Salam

  7. aribicara mengatakan:

    Aku juga pke bajakan nich :) Soalnya utk produk Amrik aku lebih memilih Bajakan :D

    Dan aku juga ada berencana utk pke Linux aja :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Welcome

Have a nice learning
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.