Didirikan pada Februari 2004, Facebook telah menjadi sebuah sarana sosial yang membantu manusia berkomunikasi secara lebih efisien dengan teman-teman mereka, keluarga dan rekan kerja. Situs jejaring sosial ini mengembangkan teknologi yang mempermudah sharing informasi melalui gambar sosial, pemetaan digital koneksi-koneksi sosial dunia-nyata. Setiap orang bisa mendaftar di Facebook dan berinteraksi dengan orang-orang yang mereka kenal dalam lingkungan mereka.
Namun dalam perkembangannya, ibaratnya sudah kecanduan, banyak yang menggunakan situs jejaring sosial ini dengan berlebihan sehingga aktivitas kerja atau keseharian tergannggu.
Sebuah survei online, seperti dikutip dari news.com, yang dilakukan terhadap 1000 karyawan di Australia menemukan 55 persen mengatakan bahwa bos mereka telah memblokir situs-situs seperti Facebook dan MySpace. Yang terjadi di negara-negara Eropa juga serupa, di Inggris 20 persen, 12 persen di Perancis, 11 persen di Spanyol, 10 persen di Jerman dan 6 persen di Italia.
Jajak pendapat online, yang dilakukan oleh 3 Mobile Australia, juga menemukan bahwa pembatasan akses tiba-tiba ini telah menyebabkan para networker sosial fanatik melakukan aksinya secara tersembunyi.
Hampir satu diantara tiga (28 persen) menyembunyikan layar komputernya dari bos mereka sehingga mereka bisa berjejaring sosial tanpa ketahuan; hampir satu diantara empat pekerja usia 18-24 tahun mengatakan mereka telah mengabaikan pekerjaan ekstra demi untuk berselancar di situs jejaring sosial; dan bahkan 17 persen mengorbankan waktu makan siang untuk menutupi waktu kerja yang digunakan untuk berjejaring sosial.
Mayoritas (66 persen) berpendapat bahwa Facebook juga untuk kerja serta hiburan dan menerima “ajakan teman-teman” rekan sekerja.
Komentator jejaring sosial dan blogger Laurel Papworth mengatakan perusahaan-perusahaan memblokir situs seperti Facebook karena alasan yang keliru.
“Mereka menyamakan kata “sosial” dalam jejaring sosial dengan “hura-hura”, Ungkapnya. “Tapi ini benar-benar merupakan sebuah jaringan “sosial” yang terdiri dari teman, keluarga disamping juga vendor, klien, kolega, ahli industri, pemikir-pemikir terkemuka dan mentor.”
Papworth mengatakah jejaring sosial tidak “menggerogoti” perusahaan dari dalam.
“Penggunaan jaringan-jaringan sosial di tempat kerja adalah sebuah realita dan merupakan bisnis terbaik dan tercemerlang yang akan menguntungkan perusahan dengan memanfaatkan pontesi tenaga kerja yang ambisius dan konek setiap saat,” paparnya.
Facebook mungkin merupakan situs jejaring sosial terbaik saat ini, tetapi bahkan jika situsi ini digantikan dengan sebuah situs baru dalam beberapa bulan ke depan, fenomena jejaring sosial akan terus berlanjut. Seperti yang disebutkan Lisette Howlett, MD di HireScores.com, saya pikir adalah hal yang bodoh dan imposibel untuk mencoba memblokir akses situs jejaring sosial di tempat kerja:
“Jika anda memblokirnya semua karyawan anda justru akan menggunakan sebagian besar waktu dan tenaga mereka untuk mencari cara bagaimana mengatasi pemblokiran tersebut,” paparnya.
Akan jauh lebih baik jika para karyawan turut merangkul dan terlibat dalam bidang teknologi ini. Kita tidak tahu pasti arahnya akan kemana, tetapi itulah bagian dari sebuah kesenangan. Situs-situs seperti HireScore.com, dimana umpan-balik terhadap perusahaan-perusahaan perkerutan dan proses perekrutan dicatat dengan sistem yang sama seperti situs jejaring sosial, telah memanfaatkan potensi teknologi ini dalam mencoba untuk mendukung fungsi perekrutan dan SDM.
“Sebagai pemilik (bos) perusahaan, anda perlu lebih cermat dalam berpikir,” Nasihat Lisette Howlett. “Anda tidak boleh menentang teknologi tetapi anda anda bisa merubah hubungan yang anda miliki dengan para karyawan sehingga teknologi ini bisa digunakan secara lebih efektif.”
Jika pada akhirnya anda mempercayai karyawan anda untuk menggunakan situs jejaring sosial dengan penuh tanggung jawab dan membiarkan mereka dengan leluasa, maka kepercayaan anda kepada mereka tentu akan berbuah positif bagi perusahaan.
Karena hidup ini pilihan jadi pilih yang mana, Social networking atau Blokir networking?
Filed under: Ngeblog, facebook, jejaring sosial